Semua orang punya sesuatu yang bisa dijual, namanya adalah kemauan. Tak peduli apa keterampilan Anda, semua orang memilikinya, bisa dalam bentuk berbicara, berjalan, angkat beban, berpikir, berpidato, berjualan, apapun itu.
Dan apabila Anda tidak punya keterampilan, buatlah keterampilan itu! Pakai keterampilan Anda untuk melakukannya.

Mungkin Anda membatin, “Masa sih hanya dengan kemauan dan kerja keras bisa menghasilkan uang banyak? Saya ingin langkah yang NYATA. Bagaimana cara saya menghasilkan uang!” Saya mengerti. Anda ingin strategi. Panduan langkah demi langkah untuk menjadi kaya.

Begini, menjadi kaya tidak ada panduan yang cocok untuk semua orang. Anda harus kreatif. Saya akan cerita bagaimana saya kreatif dalam deal saya yang pertama. Deal yang memulai kekayaan saya. Bayangkan Anda adalah saya dalam situasi ini, tapi sesuaikan detailnya agar Anda bisa menerapkan strategi yang mirip.

Sekitar sepuluh tahun lalu, begitu saya lulus SMA, saya berpetualang sendiri ke Amerika Tengah. Aslinya saya ingin pergi bersama teman-teman saya, tapi mereka mengundurkan diri karena mereka takut. Kriminalitas sangat merajalela di beberapa negara Amerika Tengah.
Singkat kata, saya pergi sendiri dan saya menikmatinya. Itu adalah kali pertama saya bepergian ke luar Amerika sendiri dan saya merasa memegang kendali akan arah tujuan saya. Saya dapat eksplor semau saya, makan semau saya, dan berpikir semau saya.
Pada saat itu di saku saya hanya ada beberapa ratus dolar. Saya menginap di penginapan-penginapan murah dan mencari makanan-makanan termurah. Saya nebeng truk penuh ayam dan sapi untuk mengirit biaya perjalanan. Benar-benar sebuah petualangan.

Salah satu kota besar yang saya kunjungi adalah Panama City, Panama. Saat itu, banyak crane di mana-mana. Gedung-gedung tinggi sedang dibangun dan seluruh kota bagaikan kawasan pembangunan (Sekarang masih seperti itu sedikit!). Ada apartemen dijual seharga 70 ribu dolar Amerika. Saya membatin, “Hm, kota ini memang sedang berkembang, tapi dari mana saya bisa mendapatkan 70 ribu dolar?”

Ingat, saya hanya memegang beberapa ratus dolar. Jadi, bagaimana saya bisa mendapatkan 70 ribu dolar?
Apartemen itu sepertinya benar-benar tidak akan dapat saya beli. Tapi, saya tak berhenti membayangkan membeli satu apartemen itu. Feeling saya mengatakan bahwa ini akan menjadi investasi yang bagus. Terlebih, saya suka kota dan negara ini karena saya rasa masa depannya cerah.

Beberapa tahun kemudian, saya kembali ke Panama City. Kota itu masih berkembang pesat, dan harga-harga telah melambung tinggi. Mungkin dua kali lipat dari yang saya lihat saat pertama saya ke sana. Tetapi saya tetap merasa ada peluang. Namun, saya masih tidak punya cukup uang. Saya punya beberapa ribu dolar, tapi masih jauh dari harga apartemen itu.

Kali ini, batin saya, saya TIDAK AKAN membiarkan peluang ini pergi begitu saja. Telah saya saksikan sendiri perubahan drastis kota ini dan harga-harga di dalamnya sejak pertama saya ke sana. Tidak akan saya biarkan ini terjadi lagi! Jadi, karena saya lebih matang kali ini, saya memutuskan bahwa saya harus memakai uang orang lain. (Namanya UOL, uang orang lain.)

Saya melakukan presentasi investasi. Presentasi yang sederhana tentang peluang investasi.
Saya presentasi di depan teman-teman saya dan mereka tergoda. Mereka paham yang saya presentasikan dan memutuskan bahwa itu akan menjadi investasi yang bagus.

Akhirnya saya membeli sejengkal tanah yang tak begitu besar (sebagian besar pakai uang orang lain) di daerah yang strategis. Beberapa tahun kemudian, saya jual tanah itu dan kembalikan uang itu ditambah keuntungannya kepada para investor. Saya juga menyisihkan profit yang lumayan besar untuk saya sendiri, atas kerja keras saya.
Memang, deal ini relatif kecil, tapi membuat saya bisa mengejar proyek berikutnya. Sejak itu, saya ulang langkah ini, dengan profit yang makin besar dari deal ke deal. Terdengar sederhana, bukan?

Memang, ini perlu kerja keras. Anda harus menghabiskan upaya dan waktu Anda untuk menemukan sebuah “deal” dan juga untuk memasarkannya, lalu mendapatkan uang untuk membiayainya. Lalu Anda harus mengawasi investasi dari awal sampai akhir untuk memastikan para investor mendapatkan kembali uang mereka. Begitulah cara menjadi kaya dimulai dari nol.

Tentu saja banyak sekali seluk beluk dan lika-likunya. Tapi, kalau Anda benar-benar menginginkannya, Anda akan menemukan jalannya. Anda akan butuh bantuan orang, tapi lebih sering Anda harus kerja keras dan bertekad bulat.
Tekad Anda harus bulat. Serius.

Banyak orang pikir menjadi kaya bisa dilakukan dengan berinvestasi dan membeli saham-saham yang tepat. Memang cara itu bisa dilakukan, tapi kenyataannya, untung besar itu didapat dari deal-deal yang Anda prakarsai sendiri. Jadi, beginilah rumus menjadi kaya.
IDE JENIUS ANDA/PELUANG + UANG ORANG LAIN + KERJA KERAS ANDA = KAYA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here