Senator Stay Scott Wiener, D-San Francisco, berpidato Juni kemarin di rapat umum yang mendukung AB626, yaitu undang-undang Pekerjaan Makanan Rumahan tahun 2018.

Gubernur Jerry Brown telah mengesahkan undang-undang AB626, terobosan baru yang memungkinkan masyarakat untuk langsung menjual makanan yang mereka masak di dapur rumahan mereka.

Anggota Parlemen asal California, Eduardo Garcia, D-Coachella (Riverside County), memperkenalkan rencana undang-undang ini di tahun 2017. Assembly dan Senate California sepakat mendukung RUU ini dan kemudian sampai ke meja gubernur. Gubernur Brown menandatanganinya pada hari Selasa, 18 September 2018.

AB626 adalah bagian dari upaya nasional untuk mengesahkan undang-udang “makanan rumahan” yang mengizinkan usaha makanan rumahan. Undang-undang Makanan Rumahan California, yang disahkan tahun 2012, mengizinkan juru masak rumahan untuk menjual selai, acar dan makanan lain yang rendah rIsiko penyebaran penyakitnya.

Undang-undang baru ini lebih luas, mencakup semua jenis makanan yang mudah basi, tetapi juga berisi tindakan pencegahan untuk keamanan publik. Untuk mendapatkan izin menjual makanan rumahan, juru masak harus memiliki sertifikasi pengelola makanan yang sama dengan juru masak restoran dan harus setuju untuk diperiksa dapurnya. Mereka juga harus setuju dengan inspeksi mendadak di jam operasionalnya.

Juru masak hanya diperbolehkan menjual makanan langsung kepada konsumen. Mereka tidak boleh memakai jasa pengantaran atau lewat pos. “Ini menjamin akuntabilitas yang tinggi,” kata Matt Jorgensen, koordinator COOK Alliance, koalisi nirlaba yang mensponsori rancangan undang-undang ini sekaligus organisator petisi dan rapat umum yang mendukung undang-undang ini.

Begitu undang-undang ini diberlakukan 1 Januari 2019, AB626 akan melegalkan banyak jenis usaha informal yang saat ini beroperasi di luar radar, termasuk juru masak yang membuat dumpling dan mengiklankannya lewat WeChat, layanan chatting berbahasa China; Juru masak yang membuat sajian tamales; Juru masak yang keluar dari usaha restoran untuk menyiapkan makanan di rumah mereka untuk tamu-tamu yang beribadah. Jika mereka pendapatan kotornya lebih dari $50,000 per tahun, mereka harus pindah ke dapur komersial.

“Undang-undang ini melegalkan sebuah praktek yang telah berlangsung sejak lama dan menciptakan kesempatan pemberdayaan ekonomi untuk orang-orang yang ingin mencari nafkah dengan mengerjakan sesuatu yang mereka sukai dari rumah,” demikian kata Assemblyman Garcia.

Garcia mengklaim bahwa undang-undang ini akan membuat konsumen lebih aman, bukan malah membuat konsumen rentan. “Sekarang ini perhatian kita ada pada sesuatu yang sedang terjadi, jadi tidak ada akuntabilitas,” kata dia.

Pengesahan undang-undang ini tidak menjamin bahwa, setelah 1 Januari 2019, juru masak rumahan di seluruh state bisa mendaftar untuk mendapat izin menjalankan usaha makanan dari dapur rumah mereka. Dinas kesehatan lingkungan setempat harus ikut serta dalam program ini. Mendapatkan izin dari dinas ini adalah tahap selanjutnya untuk usaha-usaha ini menjadi legal.