Udara di luar terasa lebih menggigit dari biasanya. Angin juga berhembus lebih kencang. Musim dingin sudah mulai menyapa kota New York. Saat itu waktu baru menunjukkan pukul lima sore dan semua meja sudah terisi. Ada yang berbincang-bincang, ada yang sibuk membaca buku atau mengerjakan tugas di laptop mereka. Sementara wajah-wajah ramah di belakang counter menyapa setiap pengunjung dengan hangat. Menjelaskan dengan sabar setiap pertanyaan yang dilayangkan. Begitulah kira-kira suasana yang kerap ditemui di Kopi Kopi, sebuah kedai kopi sekaligus rumah makan khas Indonesia di kawasan Greenwich Village, Manhattan.

Can I help you get anything? Coffee? Or would you like warm cookies and pastries, fresh from the oven?” Suara seorang perempuan terdengar dari balik meja kasir. Elizabeth S. Lapadula, pendiri Kopi Kopi, gesit melayani tamu. Kedai ini adalah hobi yang telah beralih menjadi bisnis yang sangat menjanjikan.

 

“Saya melihat cara terbaik untuk memperkenalkan Indonesia adalah melalui kopi,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Liz. “Kopi adalah komoditas yang without boundaries. Saya ingin menjadikan Kopi Kopi a portal to Indonesia. Pengunjung bisa merasakan Indonesia tanpa meninggalkan Manhattan.”

Berdiri sejak April 2013, Kopi Kopi menyuguhkan sederet variasi kopi asli Indonesia: Sumatera, Toraja, Jawa, Bali dan Sulawesi. Harus bersaing dengan bisnis kuliner lainnya di downtown New York, Kopi Kopi adalah satu-satunya kedai dengan konsep Indonesian coffee specialty.

Inilah magnet bagi New Yorkers untuk berhenti sejenak diambang pintu, melirik menu dan akhirnya masuk untuk mencoba beragam sajian yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Dengan moto Coffee, Cuisine and Culture Kopi Kopi mengedepankan rasa Indonesia asli. “Kopi Blend” espresso andalannya, merupakan campuran empat jenis kopi Indonesia yang sudah diracik secara khusus. Dengan dasar espresso ini pula para barista membuat signature drinks Es Alpukat ($7). Minuman favorit para pengunjung ini terbuat dari alpukat setengah matang, satu shot espresso, sirup vanila, susu kental manis dan coklat yang sudah dicairkan. Tak hanya itu, untuk menyambut musim dingin, beberapa pilihan baru juga ditawarkan, seperti Bandrek ($4.50) dan Kopi Susu ($4).

Makanan yang ditawarkan di Kopi Kopi tidak kalah menarik. Obat rindu untuk masyarakat Indonesia dan pengalaman baru yang seru untuk masyarakat asing. Cobalah Tongkol Bakar Dabu Dabu ($16.50). Hidangan khas Manado ini sangat orisinil. Pedasnya meledak di mulut bersamaan dengan gurihnya tongkol bakar, lezat dinikmati dengan nasi putih panas. Porsinya cukup besar untuk dua orang, sangat ekonomis untuk standar kota New York.

Tidak ketinggalan sajian yang masuk ke dalam daftar makanan terenak sedunia versi CNN: Nasi Goreng ($10) dan Rendang ($16.95). Bagi pecinta masakan berkuah yang menyegarkan, Kopi Kopi baru saja memasukkan Mie Bakso ($12) dalam menu baru mereka. “Kawasan Greenwich Village ini unik, banyak seniman dan mahasiswa,” papar Liz. “Mereka memiliki selera yang spesifik, seperti tidak mau ada MSG dan banyak juga vegetarian. Jadi kami juga punya menu alternatif yang terbuat dari tahu, seperti sate atau nasi goreng tahu.”

Sebagai nilai lebih, semua bahan yang dipakai adalah bahan fresh, termasuk bakso buatan mereka sendiri. Tidak ada bahan yang instan dan semua dijamin kehalalannya. Walaupun kopi adalah pemikat utama dari kedai ini, Kopi Kopi baru memulai konsep full restaurant.

“Setiap jam setengah enam malam, kami mengubah bagian belakang menjadi dinner set up yang lebih formal dan lampu juga diredupkan,” papar Liz. “Tetapi di depan tetep sebagai coffee shop.”

“New York ini sangat vibrant; kota ini memiliki komunitas internasional yang besar dan sangat strategis untuk bisnis kuliner,” tambahnya.

Salah satu anggota masyarakat Indonesia yang kerap datang ke Kopi Kopi adalah seniman Indonesia, Djaduk Ferianto, yang sedang menjalani program fellowship di New York. “Di samping juga ada kerinduan untuk orang mau datang makan masakan Indonesia, kuliner juga sebagai second track diplomacy,” ujar Djaduk. “Jadi kalau saya membayangkan selama dua bulan disini tidak hanya seni pertunjukan saja, kuliner menjadi salah satu ujung tombak juga dalam konteks ekonomi kreatif. Kopi Kopi ini tempatnya juga ideal, banyak orang akan bisa merasakan kedai ini sebagai pintu gerbang menuju Indonesia.”

Kopi Kopi
68 W 3rd St, New York, NY 10012
(212) 777-7285
Opening hours: 07:30-23:00 EST

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here