Seorang pemilik bisnis telah mengeluarkan invoice $40,000 tapi hanya memiliki $2,000 di rekening bisnisnya. Pernah dengar?

Meski Anda telah berhati-hati dalam melakukan anggaran, melakukan cadangan tunai, dan sigap mengirim invoice, kerja keras Anda tidak cukup untuk menghindari risiko kewirausahaan ini.

Pembayaran yang terlambat dan perlambatan musiman dapat mengakibatkan tersendatnya aliran tunai. Siklus naik turun dapat meningkatkan stress dari kehidupan yang mengandalkan cek pembayaran demi cek pembayaran.

Agar selamat dalam ketidakpastian ini, Anda harus mengikuti petuah tua “expect the unexpected“, alias menduga hal yang tak terduga. Anda masih harus membayar sewa. Selain itu Anda masih harus membayar pajak tiga bulanan dengan tunai, tidak peduli berapa banyak piutang Anda.

Berikut empat tip untuk wirausahawan agar dapat memiliki ketahanan keuangan, meski tanpa kepastian penghasilan.

1. Tentukan Jumlah Pokok.

Berapa biaya minimum untuk menjalankan usaha dan hidup Anda? Tambahkan talangan sebesar 10 persen dan ditambah cicilan tabungan pensiun dan hasilnya adalah jumlah pokok Anda, patokan untuk menjalankan usaha Anda.

Jika Anda punya patokan yang jelas untuk menanggung biaya-biaya operasional dasar, maka Anda punya batas minimum pemasukan dan juga punya alat untuk mengukur target-target pengeluaran, tabungan dan dana investasi kembali.

Pendapatan bersih bulan lalu dikurangi jumlah pokok sama dengan jumlah yang bisa Anda belanjakan untuk keperluan lain-lain.

2. Jangan campurkan rekening bisnis dan pribadi.

Untuk pekerja lepas pemula online, pendapatan sampingan mungkin tidak terasa besar, tapi tetap harus dimasukkan dalam rekening bisnis. Buat rekening bisnis sehingga pemasukan dan pengeluaran berkaitan dengan wirausaha terpisah dari rekening pribadi.

Selain akan menyederhanakan proses akuntansi saat musim pajak, pemisahan ini juga dapat membentuk mindset penting berwirausaha, yaitu pemasukan tidak sama dengan pendapatan bersih!

3. Buat Dana Talangan.

Untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga butuh dana tunai talangan yang cukup untuk mengantisipasi saat aliran tunai tersendat, dan ini dipisahkan dari tabungan darurat pribadi.

Saat mengumpulkan dana talangan usaha ini, wirausahawan juga harus mengantisipasi perlambatan dalam bisnis, dan membuat rencana back-up. Jika Anda proaktif mencari peluang-peluang baru sebelum terjadinya hal-hal tak diinginkan, Anda bisa terhindar dari memakai dana talangan tersebut.

4. Jadilah HRD Anda sendiri.

Beralih menjadi wirausahawan juga berarti Anda tergantung pada diri sendiri. Tanpa HRD yang mengurusi asuransi kesehatan atau rencana pensiun, wirausahawan harus mengatur sendiri dan benar-benar memperhatikan kesejahteraan jangka panjang mereka.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here