Kecerdasan adalah hal yang hanya didapat dengan upaya.

Orang-orang asing memiliki kecenderungan untuk memberi ide-ide yang salah kepada banyak orang.

Ketika kita mendengar cerita mengenai seorang anak berusia 7 tahun yang dapat berbicara 14 macam bahasa, atau melihat video seseorang dengan ingatan fotografik menyebut ulang nama setiap orang dalam auditorium berkuota lima puluh orang, kita terperangah.

“Bagaimana mereka melakukan itu?” kita bertanya, dengan mulut ternganga.

Kita mulai berpikir bahwa kecerdasan tingkat tinggi adalah hasil bakat alami, daripada hal yang dikembangkan.

Namun bukan hanya itu masalahnya.

Sejujurnya, kita semua merupakan batu tulis kosong ketika kita tiba di Bumi. Ya, boleh saja kita mewarisi beberapa hal dari nenek moyang kita, namun pada akhirnya masa depan kita bergantung pada etika kerja kita. Banyak orang-orang cerdas di dunia yang tidak begitu sukses hanya karena mereka tidak memiliki keinginan untuk mengasah bakat dan kecerdasan mereka.

Dan, di sisi lain, ada banyak orang yang dihadapkan oleh banyak masalah namun tetap sukses.

Orang-orang tidak dilahirkan cerdas. Orang-orang belajar bagaimana berusaha dengan apa yang mereka miliki, dan hasilnya menjadi cerdas.

 Bagaimana?

  1. Orang-orang cerdas (banyak) membaca.

Yah, memang mengucilkan hati ketika Anda bertemu seseorang yang dapat hampir-hampir mengunduh buku ke otak mereka dan mengingat hal sekecil apa pun. Namun itu jauh dari standar umumnya.

Bagi kebanyakan orang, membaca harus menjadi sebuah kebiasaan yang sering dilakukan.

Membaca adalah sebuah kemampuan yang sama seperti kemampuan lain, dan kita seringkali melupakan itu. Jika terlalu lama tidak membaca dan mengasah otak Anda, membaca akan menjadi hal yang sulit untuk dilakukan – terutama ketika dalam hal mengingat apa yang telah Anda baca.

Orang-orang cerdas sering membaca. Dan seperti lainnya, dengan sering latihan, kemampuan membaca Anda akan semakin membaik.

  1. Orang-orang cerdas bergaul dengan orang-orang cerdas lainnya.

Kebanyakan orang bergaul dengan orang-orang seperti mereka.

Ini dapat menjadi hal baik (ketika dilakukan dengan maksud baik) dan hal buruk (ketika mengakibatkan pengaruh buruk).

Jika Anda ingin menjadi lebih cerdas, Anda harus menghabiskan waktu di sekitar orang-orang yang lebih cerdas dari Anda. Salah satu kutipan favorit saya adalah, “Jika Anda orang paling cerdas di ruangan, Anda berada di ruangan yang salah.”

Ketika Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang cerdas, Anda akan tertular hal-hal seperti apa yang menjadi penggerak mereka, ilmu mereka, kesadaran mereka. Ini meningkatkan standar yang Anda miliki untuk diri Anda sendiri. Ini mengasah otak Anda dalam cara-cara yang tidak bisa Anda dapatkan di mana pun. Dan ini membuat Anda bertanya-tanya, “Hey, jika mereka bisa tahu semua itu, saya juga bisa bukan?”

Orang-orang cerdas bergaul dengan orang-orang cerdas lainnya.

“Anda adalah cerminan kelima orang yang Anda habiskan waktu bersama.”

  1. Orang-orang cerdas senang melakukan kesalahan.

Orang-orang yang memahami bagaimana kecerdasan asli berasal juga memahami bahwa “kesalahan” bukan hal yang begitu nyata.

Setiap langkah salah yang Anda ambil membuka kesempatan baru untuk belajar, meningkatkan diri, dan terus maju.

Berarti, salah satu tahap menjadi “cerdas” adalah jauhkan mentalitas Anda dari menghindari kesalahan dan justru terimalah jika Anda melakukan kesalahan.

Mengapa?

Karena kesalahan itu menunjukkan Anda apa yang harus Anda pelajari berikutnya, perbaiki, dan tingkatkan agar mencapai tingkat berikutnya. Itulah proses pertumbuhan.

Orang-orang cerdas tahu ini, dan sangat ikhlas dalam menjalani prosesnya.

  1. Orang-orang cerdas melihat nilai dalam berbagai macam ilmu.

Hanya orang-orang bodoh yang mengatakan, “Oh, itu tidak ada hubungannya dengan saya. Saya tidak perlu tahu hal itu.”

Orang-orang cerdas akan mengatakan, “Menarik, saya tidak tahu itu sebelumnya. Terus bagaimana?”

Ilmu itu sendiri pun sangat subjektif. Berhubungan dengan pencarian, tujuan, ambisi, dan proyek Anda saat ini.

Namun, itu bukan berarti beberapa ilmu patut dipahami dan beberapa lain tidak. Memang tidak ada waktu yang cukup dalam sehari untuk memahami semuanya, tapi jika Anda berada dalam sebuah perbincangan mengenai topik yang asing bagi Anda, mengapa harus tidak didengarkan?

Orang-orang cerdas menyukai momen-momen belajar seperti ini, dan melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri mereka dan kesadaran mereka terhadap dunia.

  1. Orang-orang cerdas bekerja dengan (sangat, sangat) keras.

Siapa pun yang berpikir menjadi “cerdas” itu mudah, pasti belum pernah menjalani prosesnya.

Belajar dan meningkatkan kemampuan seharusnya adalah hal yang menyenangkan, dan Anda seharusnya menikmati apalah itu yang sedang Anda tekuni. Namun di sisi lain, tidak akan masuk akal jika prosesnya akan selalu lancar.

Sejujurnya, kerja keras adalah hal yang sangat berpengaruh pada kegiatan Anda dan yang membuat Anda belajar dari segala sisi.

Orang-orang cerdas tidak menjauh dari cara disiplin ini. Mereka membuat hidup dan jadwal yang mendorong kerja keras, memaksa mereka untuk menyelesaikan apa yang harus mereka selesaikan agar terus berkembang secara konstan.

Inilah kunci untuk peningkatan diri, dan untuk kecerdasan secara umum.

Bukan terjadi dengan “sendirinya”.

Diperlukan kerja keras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here