Gitar buatan Indonesia unjuk gigi dalam National Association of Music Merchants (NAMM) yang berlangsung di Anaheim Convention Center, Anaheim, California, 22-25 Januari 2015 lalu.  Adalah Stephallen Guitars, sebuah merk gitar dari Sidoarjo dari Jawa Timur yang sudah diakui keandalannya.  Gitaris papan atas Indonesia seperti I Wayan Balawan, Dewa Budjana dan Tohpati kerap menggunakan Stephallen Guitars pada setiap penampilannya.  Bahkan Gitaris asal Inggris Rob McNay mengakui bahwa Stephallen adalah gitar yang andal dan mempromosikannya di kalangan gitaris kelas dunia seperti Brian May, gitaris  dari grup rock  legendaris Queen.  Nah, bagaimana kiprah  Stephallen Guitars ini bisa menembus Amerika Serikat. Berikut petikan wawancara kabarinews dengan Julius Salaka, Founder dari Stephallen Guitar beberapa waktu lalu.

Kabari: Anda seperti diketahui merupakan seorang pembuat gitar yang produk gitarnya sendiri sudah digunakan oleh para gitaris Indonesia dan luar negeri? bisa diceritakan bagaimana awalnya Anda bisa berkecimpung dalam bidang ini? lantas kenapa tertarik dengan gitar? adakah suatu momen tertentu sehingga Anda memilih untuk membuat gitar atau kah karena  ingin mengikuti hobi saja?

Pada dasarnya saya memang suka musik terutama gitar karena pada saat itu sekitar tahun 1980-an yang bisa saya pelajari adalah instrumen gitar. Keinginan bermusik itu terus ada dalam jiwa saya, hanya itu berlanjut dalam sekedar hobby bermusik, sampai suatu saat ketika krisis moneter tiba tahun 1997 saya memutuskan untuk membuat gitar. Sebelumnya saya bekerja di bidang kontraktor sesuai latar belakang pendidikan saya di teknik sipil.

Dan momen itu menjadi titik balik dari semua perjalanan hidup saya meskipun saat itu tidak terbersit keinginan untuk totalitas membuat gitar, awalnya menyalurkan hobby dan mengisi kekosongan aktifitas saya saat krisis moneter. Namun ternyata ceritanya menjadi lain ketika banyak orang yang memesan dan menyukai produk gitar buatan saya. Sampai pada akhirnya tahun 2000 saya memutuskan untuk lebih serius menekuni bidang ini dan membuat merk sendiri.

julius salaka1

Julius Salaka dengan Stephallen Guitar

Kabari: Dan seperti yang pernah kabari baca Anda  juga belajar membuat gitar- gitar ini awalnya secara otodidak? bisa diceritakan? bagaimana awalnya Anda membangun produk Stephallen Guitar?

Memang saya memulai dengan belajar sendiri secara otodidak melalui buku-buku yang saya beli via internet dan sharing dengan teman-teman gitaris. Selain itu juga dibantu salah seorang asisten saya yang memang sudah mempunyai skill membuat gitar meskipun saat itu masih menggunakan alat-alat tradisonal sampai suatu saat saya mengembangkan menggunakan hand machine untuk mencapai kualitas produk yang lebih bagus.

Keinginan membuat merk Stephallen terpikir karena kenapa tidak ada yang berani membuat produk gitar di Indonesia dengan merk sendiri, masa itu kebanyakan orang yang memesan memang maunya cloning dari merk-merk yang sudah ada dan terkenal, saya hanya berpikir kenapa harus memperluas brand orang lain, sedangkan hasil kita sudah bisa diakui orang secara kualitas, akhirnya saya memutuskan dengan nekat membuat merk Stephallen yang terinspirasi dari nama kedua anak saya Stephen dan Allen.

Memang berat pada awalnya membangun kepercayaan customer dengan merk yang baru, made in Indonesia pula karena kebanyakan kita memang masih brand minded dengan produk-produk luar, itu tidak salah karena memang produk-produk yang sudah ada terbukti secara kualitas menjadi andalan para musisi, namun hal itu justru memacu saya untuk membuktikan bahwa kita juga tidak kalah untuk menghasilkan barang berkualitas.

Kabari: Lantas dengan produk-produk dari gitar Stephallen Guitar, adakah suatu ciri khas tertentu dari gitar-gitar yang Anda buat atau produksi yang berbeda dengan gitar-gitar yang sudah ada? perbedaan itu apakah dari materialnya, cara membuatnya atau yang lainnya?

Keuntungan saya adalah saya memulai dengan custom order, dimana kebanyakan customer meminta pembuatan gitarnya dengan spesifikasi dan ukuran tertentu sesuai keinginan mereka. Dari pengalaman yang saya kerjakan maka muncul suatu kesimpulan terhadap ukuran dan spesifikasi yang bisa diterima dari semua orang. Pada prinsipnya saya selalu mengutamakan tiga hal penting dalam pembuatan gitar, yaitu Playbility (kenyamanan seseorang dalam memainkan gitarnya tanpa banyak kesulitan), Konstruksi ( ini berkaitan dengan craftmanship khususnya dalam proses pembuatan,kerapihan maupun intonasi yang sangat vital bagi sebuah gitar) dan Sound (ini berkaitan dengan material dan sejumlah parts yang mau digunakan). Dan ketiga hal itu merupakan ciri khas kita yang memang seharusnya ada pada setiap alat musik gitar pada khususnya.

Kabari : Untuk keikutsertaan Stephallen Guitar di ajang NAMM 2015 di Amerika Serikat, sudah berapa kali  Stephallen Guitar ikut dalam ajang tersebut, dan bagaimana Anda  melihat ajang tersebut? apakah ajang itu merupakan sarana yang cocok untuk mengenalkan produk indonesia terutama gitar agar bisa bersaing dengan produk dari lurnegeri? bagaimana Anda melihat hal tersebut, bahwa gitar Indonesia tidak kalah dengan gitar produk luar negeri?

Tahun 2015 adalah tahun ke empat kalinya Stephallen ikut ajang NAMM show di AS.  Pada awalnya saya memang melihat kejenuhan dari pasar lokal gitar di Indonesia, terutama mindset orang yang masih brandminded dan dari kondisi tersebut saya berpikir seharusnya Stephallen branding keluar negeri baru masyarakat kita akan mengakuinya, meskipun masih banyak musisi Indonesia yang membantu mempromosikan Stephallen dengan memakainya pada setiap event mereka maupun recording.

Sampai suatu saat saya melihat ajang NAMM show menjadi sarana yang tepat untuk memulainya meskipun sudah beberapa kali saya mendapat undangan untuk pameran di eropa, tapi saya masih berkeyakinan AS merupakan kiblat musik dunia. Pertama kali mengikuti acara NAMM bukan perkara mudah, disamping biaya juga ada rasa kurang percaya diri sampai saat event tersebut berlangsung dan mendapat respons yang cukup bagus, dan akhirnya ada beberapa gitaris AS yang menggunakan Stephallen.

Bermodalkan kesuksesan awal itu maka saya memutuskan untuk tiap tahun mengikuti ajang pameran tersebut.  Dan terbukti sampai saat ini nama Stephallen cukup dikenal didunia pergitaran dan secara kualitas kita bisa sejajar dengan produk-produk luar bahkan saya melihat sendiri dari beberapa perbandingan di ajang tersebut adakalanya kita masih diatas mereka.

537094_10151854475518337_1017035682_n

Salah satu produk Stephallen Guitar

Kabari : Adakah hal yang Anda bisa petik dari keikutsertaan NAMM 2015 di Amerika Serikat belum lama ini? Bagaimana Anda melihat pasar di AS terkait dengan gitar? apakah positif atau seperti apa, bisa diceritakan? Selain di Amerika Serikat, di negara mana saja Stephallen Guitar pernah melalang buana?

Ajang NAMM show merupakan pesta musik dunia karena disitu tempat berkumpulnya para pemain industri musik,artis,manjemen artis,manufacture,distributor dan banyak hal yang berkaitan dengan musik karena disitu semua unsur alat musik dipamerkan.  Pasar AS sangat luas masih banyak juga produk-produk lokal AS sendiri yang bermunculan tiap tahunnya,dan sampai saat ini kita mendapat kepercayaan dari dua brand AS untuk memproduksi gitar secara OEM dengan merk mereka, hal ini bagi saya sudah merupakan kebanggaan karena mendapat kepercayaan mereka dan ini juga menjadikan salah satu jalan branding Stephallen melalui strategi kolaborasi marketing dengan mereka.

Untuk pameran saya memang fokus di AS dulu sampai saat ini, namun untuk penjualan Stephallen selain di AS,kita sudah sampai di Eropa, Amerika Selatan,juga termasuk Asia dan Indonesia. Kebanyakan mereka order melalui email dan media sosial yang ada.

Kabari : Lantas apakah harapan Anda terkait dengan  Stephallen Guitar dikedepannnya?

Harapan saya hanya mau menjaga keberadaan Stephallen Guitar terutama sisi kualitas dan improvisasi produk dan berharap untuk bisa menjadikan brand Indonesia yang diterima di dunia musik internasional. (1009)

langganan Extra Uang