Jika Anda memiliki usaha kecil, Anda mungkin akan lebih khawatir akan arus kas dan melakukan penjualan berikutnya dibanding perkara hukum yang mungkin terjadi. Namun usaha-usaha kecil memang dapat dan seringkali terkena gugatan, dan biaya hukumnya sendiri dapat mencapai $100.000 jika masalah Anda berlanjut hingga ke pengadilan.

Pengaruh dari sebuah perkara hukum terhadap usaha Anda dapat berlanjut lebih dari masalah keuangan: Perkara hukum sangat menyulitkan, memakan waktu, dan tak dapat diprediksi. Namun terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan yang akan mengurangi peluang berakhirnya usaha kecil Anda di pengadilan. Inilah lima tips tersebut.

  1. Lakukanlah perjanjian secara tertulis, dan ikutilah perjanjian yang sudah disetujui

Memang terdapat banyak handshake deal dalam usaha kecil. Namun ketika Anda tidak melakukan perjanjian tertulis, Anda berarti membuka kesempatan bagi terjadinya kesalahpahaman yang dapat berlanjut ke perkara hukum.

Untuk setiap transaksi yang Anda lakukan, buatlah dokumen tertulis yang memberikan rincian dari kata-kata terpenting dari perjanjian, seperti harga, tanggal pengiriman, dan jasa atau produk apakah yang Anda sediakan. Anda mungkin tidak menginginkan kontrak formal untuk setiap transaksi, namun Anda sebaiknya, setidaknya, memiliki alamat email, lembar perkiraan, atau dokumen lainnya yang menunjukkan apa yang telah Anda setujui. Pengacara usaha dapat memberikan saran terhadap jenis-jenis kontrak yang Anda butuhkan untuk usaha Anda.

Ketika Anda telah membuat perjanjian, cara terbaik untuk mencegah terjadinya gugatan adalah berlaku sesuai perjanjian yang telah ditetapkan. Dan bersikaplah jujur dan etis dalam semua perjanjian usaha Anda.

  1. Patuhilah kebijakan ketenagapekerjaan

Konten ini dibatasi untuk anggota situs. Jika Anda adalah pengguna yang sudah terdaftar, silahkan masuk. Pengguna baru dapat mendaftar di bawah.

Existing Users Log In
 Remember Me  
New User Registration
captcha
*Required field