Akhir-akhir ini, para pemilik usaha banyak pikiran. Mulai dari mematuhi peraturan, mempertahankan pekerja terbaiknya, para peretas komputer, cuaca yang makin tak menentu, semuanya bikin khawatir pemilik usaha.

Menurut Indeks Travelers Risk 2016 dari Travelers Companies, jumlah pemilik usaha yang menganggap dunia makin tak menentu memang menurun, tapi mereka khawatir dengan hal-hal berikut:

Inflasi biaya manfaat kesehatan/karyawan. Naiknya biaya kesehatan adalah urusan paling mengkhawatirkan untuk semua usaha. Wajar saja, data pemerintah menunjukkan bahwa biaya kesehatan naik hampir 20 persen antara 2010 sampai 2016, hampir dua kali angka inflasi umum.

Masalah ketenagakerjaan. Mendapatkan dan mempertahankan karyawan terampil adalah kekhawatiran kedua. Mempertahankan karyawan-karyawan terbaik adalah urusan ketenagakerjaan nomer satu, diikuti oleh menemukan dan mempekerjakan karyawan yang memenuhi kriteria dan biaya melatih mereka. Congressional Budget Office meramalkan bahwa persentase penduduk berumur lebih dari 16 yang bekerja akan menurun seiring dengan pensiunnya generasi baby boom.

Kewajiban hukum. Pemilik usaha khawatir bahwa kesalahan dan keteledoran akan membawa mereka ke pengadilan. Mereka juga khawatir bahwa karyawan mereka sendiri akan menuntut mereka dengan alasan diskriminasi, pelecehan, pemberhentian yang menyalahi aturan, dan praktek-praktek ketenagakerjaan lainnya. Kekhawatiran ini beralasan. Menurut firma hukum Seyfarth Shaw, dari 2014 sampai 2016 nilai gugatan hukum oleh karyawan atas pelanggaran-pelanggaran menyangkut upah dan jam kerja telah meningkat tiga kali lipat. Kewajiban untuk kecelakaan kendaraan dan produk-produk cacat juga membuat khawatir.

Risiko bocornya data dan peretasan. Usaha-usaha menengah sampai besar sangat khawatir dengan risiko peretasan. 23 persen dari mereka pernah mengalami kebocoran data dan serangan cyber. Serangan cyber dan aktivitas kriminal dipandang sebagai ancaman utama, sedangkan human error dan kinerja sistem yang jelek adalah masalah yang tak begitu mengkhawatirkan. Menurut FBI, kejahatan cyber melonjak 24 persen pada 2016.

Risiko kecelakaan berkendara. Dua dari tiga usaha memiliki karyawan yang mengendarai kendaraan pribadi mereka untuk kerja. Para pemilik usaha terutama khawatir bahwa karyawan mereka lebih memperhatikan smart phone mereka saat berkendara. U.S. Centers for Disease Control and Prevention menemukan bahwa 9 orang Amerika tewas dan lebih dari 1000 luka-luka setiap harinya dalam kecelakaan yang diakibatkan oleh berkendara yang tidak fokus.

Supply chains. Para pemilik usaha khawatir mereka akan tidak bisa mengirim barangnya ke konsumen, tidak bisa mendapatkan bahan dari pemasok, menerima barang kualitas rendah, dan barang yang diterima rusak saat pengiriman.

Cuaca. Setengah dari semua pemilik usaha berpendapat bahwa hujan badai menjadi lebih sering, tapi sebagian kecil telah melihat sendiri perubahan itu di daerah geografis mereka sendiri.

Peraturan. Hampir setengah dari semua pemilik usaha risau tentang kewajiban mematuhi undang-undang dan peraturan-peraturan baru. Banyak di antaranya khawatir dengan kewajiban menaati Affordable Care Act dan biaya-biaya yang berhubungan dengannya.

Beberapa permasalahan ini, seperti cuaca, kewajiban, risiko berkendara, dan supply chain dapat diasuransikan. Sementara lainnya, seperti mempertahankan karyawan yang terampil, tidak dapat diasuransikan. Apapun masalahnya, para pemilik usaha patut cemas dengan risiko-risiko ini. Waktu dan uang patut diinvestasikan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.