Memiliki cukup uang, hidup aman, pencurian identitas, tak fokus berkendara adalah hal-hal yang paling dipikirkan orang Amerika. Parahnya, makin banyak hal-hal yang membuat mereka khawatir.

Indeks Travelers Risk 2016 melaporkan hasil survei terhadap lebih dari 1000 orang Amerika antara umur 18 hingga 69, dan hal-hal yang paling membuat mereka khawatir adalah sebagai berikut:

Keuangan. Konsumen cemas dengan keadaan ekonomi dan khawatir terkena pemutusan kerja. Mereka juga khawatir tidak punya cukup uang untuk menyambung hidup. Hampir tiga dari empat responden dari keluarga yang berpengasilan 90 ribu dolar ke bawah mengatakan mereka agak khawatir atau sangat khawatir dengan keadaan ini. Kekhawatiran ini mungkin akibat dari gagalnya pendapatan rumah tangga untuk mencapai level 2007 lagi (setelah disesuaikan inflasi).

Keamanan diri. Risiko kecelakaan mobil, pencuri, dan serangan teroris membuat 59 persen orang Amerika cemas. Tingkat kecelakaan kendaraan telah meningkat selama satu dekade terakhir. Terorisme seperti penembakan massal di klub malam di Orlando dan serangan di Perancis dan Inggris juga menjadi salah satu penyebab kekhawatiran ini.

Pelanggaran privasi/pencurian identitas. Dengan banyaknya informasi tentang seseorang online, 55 persen responden mengatakan mereka agak atau sangat khawatir dengan hilangnya privasi dan kemungkinan pencurian identitas mereka.

Transportasi dan risiko perjalanan. Selain kecemasan soal kecelakaan berkendara, konsumen takut bahwa pengendara lain lebih memperhatikan telepon seluler mereka daripada melihat jalan. Tiga dari empat orang Amerika khawatir akan hal ini, dan hampir setengahnya khawatir dengan pejalan kaki yang tidak fokus dan berjalan di depan kendaraan mereka yang sedang melaju. National Highway Traffic Safety Administration melaporkan bahwa pada tahun 2015, 3477 orang meninggal dan 391 ribu cedera akibat pengemudi tak fokus.

Risiko retasan cyber. Jumlah peretasan data mencapai jumlah tertinggi pada tahun 2016, maka tidak mengejutkan bahwa lebih dari setengah warga Amerika khawatir dengan risiko cyber. Hampir dua per tiga dari mereka yang khawatir mengatakan yang paling merisaukan adalah kemungkinan rekening bank dan investasi mereka diretas.

Teknologi rumah pintar. Segelintir rumah di Amerika memakai thermostat rumah, sistem keamanan, sistem penerangan, dan lain-lain yang terkoneksi internet. Hampir setengah pemilik rumah pintar khawatir bahwa peretas dapat menerobos privasi dan keamanan mereka atau mencuri informasi mengenai perilaku pribadi mereka. Sebagian lagi khawatir bahwa tidak berfungsinya peralatan elektrik akan melumpuhkan sistem mereka atau peretas yang melumpuhkan sistem keamanan mereka sehingga memungkinkan terjadinya pencurian.

Cuaca. U.S. Global Change Research Program melaporkan bahwa cuaca ekstrim seperti gelombang panas, kekeringan, angin topan, banjir dan sebagainya telah meningkat beberapa dekade belakangan. Lebih dari 60 persen responden merasa bahwa kejadian-kejadian tersebut menjadi lebih sering, dan hampir 40 persen merasakan peningkatan risiko kerusakan properti mereka.

Perubahan ketenagakerjaan. Mengikuti perkembangan kebutuhan ketenagakerjaan menjadi perhatian dari satu dari empat orang Amerika, dan yang paling banyak khawatir adalah pekerja muda.

Asuransi dapat membantu melindungi dari beberapa risiko-risiko ini, meski tidak semuanya. Konsumen ada baiknya bertindak hati-hati untuk mencegah terjadinya kerugian. Hidup menjadi lebih berisiko, dan konsumen cerdas akan menemukan cara mengelola risiko-risiko ini.