Seorang kontraktor kelistrikan memasang kabel melalui bangunan yang sedang dibangun menjadi tiga lantai. Setelah bangunan selesai dibangun, kontraktor mengetes kabel. Karena merasa puas, dia pun meninggalkan pekerjaannya. Setelah sub kontraktor lain menyelesaikan tugasnya memasang dan mengecat tembok, seorang kontraktor umum mengetes semua sistem. Kali ini, sistem kelistrikan tidak berfungsi. Kontraktor umum memanggil kembali kontraktor kelistrikan. Setelah percobaan dan diagnosa, kontraktor kelistrikan menyimpulkan bahwa ada kerusakan di dua bagian sistem di lantai berbeda dan di dua sisi yang berbeda. Untuk menyelesaikan masalah ini, akan diperlukan pengelupasan tembok yang sudah selesai dan mencopot beberapa peralatan yang telah ditempel di tembok tersebut (pencuci piring, perlengkapan jaringan komputer, dll). Untuk mencopot barang-barang ini, memperbaiki kabel yang rusak, dan memasang kembali tembok dan melakukan finishing sehingga tembok terlihat tanpa cacat, dibutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari sekedar memperbaiki masalah kelistrikan. Biayanya tak terjangkau sang kontraktor. Apakah asuransi Commercial General Liability akan membantunya? Jawabannya tergantung dari berada di State (negara bagian) mana gedung tersebut.

Polis ISO CGL menanggung kewajiban hukum kontraktor yang diasuransikan atas kerusakan fisik:

  • Untuk properti yang nyata, termasuk semua kerugian yang diakibatkan penggunaannya, atau kerugian penggunaan properti yang nyata yang tidak cedera secara fisik; dan
  • Diakibatkan oleh sebuah peristiwa yang merupakan “sebuah kecelakaan, termasuk paparan berkepanjangan atau berulang pada kondisi-kondisi berbahaya umum yang pada pokoknya sama.”

Selain itu, polis menyatakan bahwa polis tidak menanggung kewajiban tertanggung atas kerusakan properti:

  • Untuk pekerjaan atau operasi yang dilakukan tertanggung atau yang dilakukan subkontraktor atas nama tertanggung, jika kerusakan muncul di luar bagian manapun dari pekerjaan dan terjadi setelah selesainya pekerjaan; dan
  • Untuk properti yang nyata yang tidak dapat dipakai atau kurang berguna bagi pemilik karena mencakup pekerjaan tertanggung yang diketahui atau disangka cacat, tidak sempurna, tidak memadai atau berbahaya, jika memperbaiki pekerjaan tertanggung akan memulihkan properti menjadi berguna lagi.

Beberapa pengadilan telah memutuskan bahwa polis CGL menanggung biaya melepas dan memasang kembali properti yang tidak rusak ketika diperlukan memperbaiki pekerjaan yang kurang baik. Putusan pengadilan banding federal tahun 2002 di negara bagian Washington menyatakan bahwa pengambilan dan pengrusakan pekerjaan subkontraktor lain oleh karena pekerjaan pekerjaan kurang baik dari tertanggung adalah kerusakan properti, begitu definisi istilah tersebut oleh CGL. Pengadilan juga memutuskan bahwa pekerjaan yang kurang baik dari tertanggung telah sesuai dengan definisi polis tentang “kejadian.” Sebuah putusan dari tahun 2010 dari negara bagian Washington mencapai kesimpulan yang mirip, yaitu: secara tidak sengaja menghasilkan pekerjaan yang kurang baik kepada seorang pemasang merupakan sebuah “kejadian,” dan pengambilan dan penggantian terhadap produk dan pekerjaan penyedia jasa yang lain adalah “kerusakan properti.” Pengadilan-pengadilan di Alaska dan Oklahoma telah memutuskan bahwa provisi polis yang tidak memasukkan pertanggungan untuk properti nyata yang tidak dapat dipakai tidak diterapkan oleh karena provisi kedua yang memberikan pertanggungan kembali untuk kerugian pemakaian oleh karena kerusakan mendadak dan tak disengaja pada pekerjaan tertanggung. Pengadilan merasa bahwa memasang komponen yang cacat dilakukan secara tidak disengaja.

Sebaliknya, pengadilan-pengadilan di Arizona, Maryland dan South Carolina telah memutuskan bahwa mencopot dan mengganti properti yang tidak rusak bukanlah kerusakan fisik yang disebabkan oleh sebuah “kejadian” karena hal itu bukanlah kecelakaan, melainkan sebuah risiko yang berhubungan dengan proyek.

Oleh karena putusan pengadilan berbeda-beda dari satu State ke State lainnya, mungkin ada baiknya kontraktor mengetahui terlebih dahulu apa yang berlaku di State tersebut. Agen asuransi kontraktur juga mungkin tahu perusahaan-perusahaan asuransi mana yang memiliki rekam jejak membayar klaim-klaim seperti ini. Mungkin lebih baik bagi kontraktor membeli pertanggungan dari perusahaan-perusahaan ini bahkan bila harga preminya lebih tinggi.