Kecelakaan konstruksi ada banyak efeknya terhadap bisnis seorang kontraktor. Kecelakaan menyebabkan kepedihan dan penderitaan bagi karyawan, merugikan produktivitas, melibatkan banyak dokumen, menambah biaya kompensasi pekerja, dan dapat membuat pemilik usaha menerima hukuman dari pemerintah. Menjadi tanggung jawab kontraktor untuk menerapkan langkah-langkah safety. Saat memilih perlindungan, kontraktor sebaiknya mempertimbangkan beberapa faktor untuk memastikan bahwa programnya efektif.

Kontraktor perlu memeriksa alasan adanya kondisi tidak aman. Jika kontraktor mempertimbangkan safety di dalam semua prosedur, cedera akan berkurang jumlah dan keparahannya. Maka dari itu, penting untuk memeriksa mengapa sebuah scaffold tidak dijaga, mengapa pekerja yang memakai alat potong tidak memakai pelindung mata, mengapa operator crane lupa mematikan mesin saat keluar dari ruang pengendara, atau mengapa pekerja mengoperasikan bor motor yang kabelnya sobek. Itu semua adalah tanda-tanda tempat kerja yang tidak mempedulikan safety. Menekankan pentingnya safety dan memberi insentif akan secara bertahap mengubah kebiasaan tidak safety dan mengurangi kecelakaan.

Setelah menerapkan sistem dan kultur safety, kontraktor bisa berfokus pada bahaya-bahaya spesifik, seperti:

  • Kabel listrik yang menggantung. Crane dan bahkan tangga dapat tersambung ke kabel listrik yang dapat mengakibatkan luka fatal. Pekerja memang selalu ingin menyelesaikan pekerjaan secepatnya, tetapi kalau terburu-buru, mereka mungkin mengabaikan kondisi berbahaya di atas.
  • Sambungan listrik dan gas di bawah tanah. Tak sengaja mengenai sambungan listrik dan gas di bawah tanah sama bahayanya dengan mengenai kabel menggantung. Saluran gas yang bocor, ditambah adanya sumber panas, bisa menyebabkan ledakan. Pekerja tidak boleh menggali di suatu tempat kecuali sudah terbukti aman.
  • Bahaya kebakaran. Langkah-langkah pencegahan kebakaran sebenarnya mudah dilakukan, yaitu dengan cara secara teratur membersihkan serpihan-serpihan di tempat pekerjaan, menjauhkan bahan mudah terbakar dari bangunan, dan menegakkan peraturan dilarang merokok di dekat apapun yang mudah terbakar. Selain itu, penting juga memiliki prosedur untuk menginformasikan pekerja akan adanya kebakaran dan mengevakuasi mereka. Kontraktor Heating, ventilation, and air conditioning (HVAC) yang pekerjanya bekerja di lantai 10 suatu gedung harus memiliki rencana untuk menginformasikan dan mengevakuasi pekerja jika ada kebakaran di lantai 7.
  • Bahaya mengangkat benda. Pekerja yang tidak pengalaman, tidak kompeten, atau yang tertekan mungkin memakai crane untuk mengangkat sesuatu yang melebihi daya angkatnya. Mereka juga mungkin mengoperasikan crane di permukaan yang tidak rata atau tanpa dukungan yang memadai. Akibatnya, crane bisa rubuh dan mengakibatkan kerusakan properti yang parah dan juga mengakibatkan cedera parah atau bahkan kematian.
  • Bahaya benda jatuh. Benda yang jatuh dari ketinggian 3 meter saja dapat mengakibatkan luka serius atau bahkan kematian pekerja. Kontraktor harus memperhatikan kondisi dan kekokohan tangga, memadainya pegangan yang aman pada scafold, selalu dikenakannya kekang pengaman, dan memperhatikan benda-benda yang diletakkan di scafold.
  • Ruang sempit. Ruangan merangkak, tank bawah tanah, saluran pembuangan dan sejenisnya dapat membuat pekerja kekurangan oksigen dan terpapar gas-gas beracun atau mudah meledak, yang kesemuanya dapat menyebabkan kematian. Kontraktor harus menegakkan peraturan untuk menguji dahulu atmosfer di ruang-ruang sempit, tertutupnya saluran-saluran yang mensuplai ruang-ruang sempit, menyediakan ventilasi, dan mewajibkan penggunaan tali pengaman.

Konstruksi adalah pekerjaan berbahaya, tetapi kontraktor dapat mengurangi bahayanya melalui perencanaan dan usaha yang matang. Apabila hal-hal di atas dilakukan, maka manfaatnya adalah pekerja menjadi setia, produktivitas pun meningkat, reputasi naik, dan biaya asuransi turun. Kontraktor yang membutuhkan bantuan dalam hal ini perlu menghubungi ahli loss control di perusahaan asuransi mereka. Dengan fokus yang benar, safety dapat menjadi bagian tetap suatu perusahaan dan meningkatkan laba.