Banyak perusahaan memakai mobil. Ada sedan yang dipakai pemilik untuk meeting dengan klien; ada mobil van yang dipakai distributor, ada truk sampah kontraktor, trailer yang mengangkut barang ke seluruh negeri, limusin, dan mobil murah yang dipakai untuk mengantar pesanan makanan.

Pemilik kendaraan-kendaraan ini harus membeli asuransi atas mereka untuk menanggung kecelakaan yang mungkin terjadi. Pemilik usaha dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi biaya asuransi tersebut dan menghindari dampak tidak mengenakkan dari kecelakaan.

Saat sebuah usaha mempercayakan kendaraan kepada pegawai, sebenarnya usaha itu sedang mempertaruhkan nyawa orang dan aset perusahaan. Maka, tanpa terkecuali, peraturan ini harus diterapkan:

Selalu memasang sabuk pengaman, untuk mencegah kematian yang dikarenakan kecelakaan berkendara dan mencegah cedera parah. Tidak boleh berkendara saat terpengaruh alkohol atau obat-obatan. Tahun 2012, tiap jam ada satu orang meninggal oleh karena kecelakaan saat berkendara dalam pengaruh alkohol. Tidak boleh memakai telepon seluler. Kecelakaan oleh sebab berkendara yang tidak fokus telah memakan 3000 korban tewas di tahun 2013.

Perusahaan juga sebaiknya membuat peraturan yang harus ditaati pegawai saat mereka memakai kendaraan perusahaan. Beberapa peraturan itu di antaranya:

  • Batasi penggunaan non kerja kendaraan. Jika pegawai membawa pulang mobil mereka, pemilik usaha harus memberi batasan wajar atas penggunaan pribadi kendaraan itu.
  • Jangan mengadakan rapat atau memberi tugas yang terlalu mepet. Sehingga pekerja tidak perlu mengebut untuk sampai.
  • Perintahkan pegawai untuk parkir di tempat yang terang dan selalu mengunci kendaraan.

Selain peraturan-peraturan tersebut, mengemudi dengan aman harus digalakkan:

  • Periksa catatan berkendara calon pegawai sebelum merekrutnya.
  • Batasi kegiatan mengemudi pegawai yang memiliki catatan buruk.
  • Wajibkan pegawai untuk melaporkan kecelakaan yang mereka alami saat mereka tidak sedang bekerja.
  • Selalu waspadai pekerja yang gampang marah, karena mereka mungkin pengendara yang agresif.
  • Kirimkan pegawai yang mengemudi ke pelatihan mengemudi, terutama bagi yang mengemudi kendaraan komersil besar seperti truk sampah.
  • Berikan hadiah untuk pegawai atau departemen yang untuk periode tertentu tidak memiliki catatan kecelakaan.

Meskipun semua langkah pencegahan telah dilakukan, kecelakaan bisa saja tetap terjadi. Pemilik usaha sebaiknya mempersiapkan pegawainya yang mengemudi untuk kejadian ini.

Buat prosedur mengenai apa yang mesti dilakukan pegawai setelah kecelakaan. Tempatkan lembaran prosedur di kotak mobil. Prosedur baiknya mencakup hal-hal seperti:

  • Tetap di tempat kejadian
  • Memanggil polisi
  • Mendapatkan informasi dari pengemudi lain (kalau ada) dan saksi (nama, alamat, informasi asuransi, nomer pelat kendaraan, dan sebagainya)
  • Melaporkan kecelakaan kepada orang yang ditunjuk di perusahaan.

Laporkan kecelakaan kepada agen asuransi perusahaan sesegera mungkin. Ikuti ketentuan-ketentuan yang ada di polis asuransi. Cek dengan agen asuransi jika Anda ingin penjelasan. Ikuti instruksi penanggung untuk mendapatkan estimasi perbaikan dan untuk berkomunikasi dengan dokter.

Kecelakaan berkendara dapat mengganggu kehidupan dan kegiatan usaha, dan bisa sangat merugikan. Perusahaan asuransi yang dipakai mungkin bisa membantu. Mereka menawarkan petunjuk pencegahan kerugian untuk pelanggan mereka. Perusahaan dapat mengurangi risiko dan mengendalikan kerugian mereka dengan cara bekerja sama dengan penanggung mereka dan mengikuti langkah-langkah mudah di atas.