Hampir 80 persen orang Amerika mengatakan memiliki setidaknya dua tipe asuransi kesehatan, rumah ataupun mobil. Namun, hanya 35 persen mengatakan memiliki asuransi disabilitas dari pemberi kerja. Ini adalah temuan sebuah survey yang dilakukan oleh Harris Poll for OneAmerica. Survey dilakukan terhadap lebih dari 2100 orang Amerika yang berumur 18 tahun atau lebih. Dari responden yang tidak memiliki asuransi disabilitas dari pemberi kerja, lebih dari 40 persennya mengatakan bahwa pemberi kerja tidak menawarkannya. Sekitar 15 persen mengatakan tidak memilikinya karena tidak sanggup membayar biayanya, dan mereka merasa biaya-biaya hidup lain adalah lebih penting.

OneAmerica memakai hasil survey ini untuk menekankan pentingnya asuransi disabilitas. Orang tidak ragu untuk mengasuransikan rumah, mobil dan kesehatan mereka, tetapi tidak berpikir kemungkinan terkena disabilitas permanen atau sementara. Lebih dari 25 persen pekerja muda akan mengalami disabilitas sebelum menginjak umur 65, dan banyak dari mereka akan mengalami cacat permanen. Santunan pemerintah untuk orang-orang yang cacat tidak menggantikan gaji sebelum cacat terjadi. Kebanyakan orang menghadapi biaya kesehatan yang makin naik ditambah biaya hidup sehari-hari, dan ini sangat membebani mereka dan keluarga.

OneAmerica ingin menegaskan pentingnya pemberi kerja memberikan asuransi disabilitas sebagai bagian dari paket manfaat perusahaan. Beberapa pekerja dapat dilatih kembali untuk posisi lain apabila mengalami cacat sebagian yang menyebabkan tidak bisa kembali mengisi posisi mereka sebelumnya. Jika pekerja mengetahui hal ini dan mendapatkan gaji saat mereka dalam proses pemulihan dan terapi, pekerja lebih cenderung untuk kembali bekerja apabila bisa. Memberikan asuransi disabilitas adalah bukti bahwa perusahaan peduli pada kesejahteraan pekerja. Ini akan menjadi daya tarik bagi calon rekrutan yang berbakat.

Survey juga menemukan bahwa 20 persen pekerja yang memiliki pendapatan rumah tangga tahunan di bawah $50,000 ditawari pertanggungan disabilitas oleh pemberi kerja. Hampir 35 persen wanita yang berumur antara 18 dan 34 tahun tidak menerima pertanggungan disabilitas dari pemberi kerja karena mereka merasa tidak membutuhkan. Namun, kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa asuransi disabilitas dapat memberi manfaat ketika ada persoalan-persoalan saat cuti hamil.

Para ahli menyimpulkan bahwa asuransi disabilitas adalah wajib didapatkan oleh semua pekerja semua umur. Saat pekerja cedera dan mengalami cacat sementara atau permanen, maka asuransi terlihat gunanya setelah beberapa minggu dan memberi pendapatan ganti yang lebih tinggi daripada santunan pemerintah. Jangka waktu cuti sakit dan cuti digaji biasanya tidak mencukupi untuk pekerja yang butuh waktu cuti yang panjang akibat disabilitas. Namun, kebanyakan pekerja menganggap bahwa cedera apapun akan bisa sembuh dalam jangka waktu cuti sakit dan cuti digaji. Pekerja diharapkan konsultasi dengan departemen Human Resource mengenai pertanggungan yang penting namun terjangkau ini. Untuk pemberi kerja yang mempertimbangkan pertanggungan ini untuk paket manfaat yang lebih baik, bisa berkonsultasi tentang manfaatnya dengan agen asuransi.