Orang yang terlibat tabrakan saat mengendarai kendaraan model terbaru lebih beresiko meninggal. Temuan ini didapat dari penelitian terbaru oleh Insurance Institute for Highway Safety. Membaiknya ekonomi dan praktek mengemudi yang lebih membahayakan turut menyebabkan persoalan ini. Para peneliti IIHS mengatakan mereka memperkirakan jumlah kecelakaan maut tidak akan turun drastis dalam waktu dekat ini. Ini dikarenakan ekonomi yang akan terus membaik dan makin banyak orang berkendara.

Angka Kematian Mobil Model Terbaru

Untuk model-model mobil 2014 yang terdaftar, angka korban jiwa adalah 30 dari 1 juta. Untuk model-model tahun 2011 angkanya 28 dari 1 juta. Angka korban jiwa untuk kendaraan-kendaraan tertentu berbeda-beda. Misalnya, angka korban jiwa untuk Hyundai Accent adalah 104 per 1 juta, sedangkan untuk kendaraan lainnya hanyalah 1 digit dari 1 juta. Saat IIHS melakukan penelitan terdahulu tentang pengendara meninggal, angka korban jiwa saat itu telah menurun sebesar lebih dari 30 persen. Meski telah dilakukan perbaikan-perbaikan, rupanya tidak cukup untuk menurunkan kematian di jalan. Angka statistik IIHS yang sekarang adalah hasil pengumpulan data dari 2012 sampai 2015.

Berkurangnya Pengangguran

Sejak awal 1970 an, korban jiwa di jalan telah perlahan menurun. Ada penurunan yang lebih terlihat di tahun 2008 yaitu saat mulainya kelesuan ekonomi berkepanjangan. Tahun 2015, kematian naik hampir 10 persen dari dua tahun sebelumnya. Angka ini naik lagi pada 2016, dan mungkin akan ditemukan kenaikan lagi di akhir 2017. Peneliti IIHS mengatakan bahwa efek negatif dari membaiknya ekonomi adalah lebih banyaknya pengendara, yang berakibat pada lebih banyaknya korban luka maupun korban jiwa di jalan. Orang lebih cenderung mengemudi ke tempat kerja dan ke tempat hiburan saat ekonomi sedang baik dan harga bahan bakar lebih rendah. Di samping itu, mereka cenderung lebih melakukan hal-hal beresiko seperti mengebut atau mengemudi sambil memakai telepon seluler.

Para peneliti IIHS merancang model statistik untuk memperkirakan bagaimana jumlah pengemudi meninggal akan meningkat di masa depan. Model mereka memakai data pekerjaan dan statistik kecelakaan yang berawal dari tahun 1990. Di samping itu, model ini juga mempertimbangkan fitur-fitur keamanan dan tahun kendaraan. Para peneliti menemukan kaitan antara meningkatnya jumlah pengangguran dengan menurunnya kematian di jalan. Angka korban jiwa dihitung memakai rasio dan tidak sekedar jumlah total untuk memastikan bahwa perbandingannya seragam. Meskipun para peneliti memperkirakan angka kematian akan meningkat dalam waktu dekat ini, model statistik mereka memperkirakan akan ada penurunan menjadi 34,000 kematian pada tahun 2024. Pada tahun 2015, ada lebih dari 35,000 korban jiwa. Para peneliti mengingatkan bahwa prediksi ini akan meleset jika pengangguran naik atau turun melebihi perkiraan.

Sekarang ini telah bermunculan teknologi penghindar tabrakan dan makin banyak dipasang di kendaraan, sehingga ada kemungkinan angka kecelakaan akan menurun. Telah dikembangkan juga mobil otonom, dan apabila teknologi ini banyak dipakai dapat menurunkan angka kecelakaan secara cukup signifikan. Masih akan ada beberapa kendaraan yang semi-otonom yang melaju di satu jalan dengan mobil-mobil biasa. Mobil otonom mungkin beresiko lebih kecil untuk menyebabkan kecelakaan, tetapi pengemudi mobil biasa yang lalai masih mungkin menabrak mobil otonom. Untuk mengetahui prospek keamanan di jalan, konsultasikanlah dengan agen.