Terkadang, asuransi usaha cukup rumit. Badan-badan usaha butuh dilindungi dari kerugian atas properti, pendapatan yang lenyap karena usaha harus tutup oleh sebab rusaknya properti, dan kemungkinan gugatan hukum. Resiko kejahatan dan kerugian-kerugian lain ditanggung oleh polis-polis berbeda, sehingga susah untuk terus melacak tiap-tiap polis ini.

Urusan ini bisa disederhanakan dengan satu produk yaitu polis pemilik usaha atau yang biasa disingkat BOP (Business Owner Policy), yang dapat memenuhi banyak kebutuhan Asuransi Anda.

BOP membungkus pertanggungan-pertanggungan penting menjadi satu polis asuransi tunggal. Setidaknya, BOP memberi tiga pertanggungan luas yang meliputi:

  • Properti – asuransi terhadap bangunan usaha (kalau memiliki) dan properti pribadi yang dipakai untuk usaha.
  • Interupsi usaha – asuransi terhadap pendapatan yang hilang gara-gara tutupnya usaha karena kerusakan properti atau biaya ekstra yang ditanggung usaha agar tetap buka setelah terjadi kerusakan.
  • Liabilitas – asuransi yang menanggung jumlah yang harus dibayar usaha sebagai ganti rugi untuk menyelesaikan beberapa gugatan hukum atas usaha tersebut, di samping biaya melakukan pembelaan hukum atas gugatan-gugatan tersebut.

BOP menawarkan beberapa fleksibilitas terhadap pembeli, tapi tidak menawarkan variasi pilihan yang ditawarkan oleh polis properti pribadi dan polis liabilitas. Pemilik usaha dapat memilih antara asuransi yang “luas” yang menanggung beragam penyebab kerusakan properti atau pilihan lainnya adalah asuransi yang menanggung penyebab-penyebab kerugian yang lebih “khusus”. Yang “luas” hanya menanggung penyebab-penyebab kerugian yang tertulis di polis, sedangkan yang “khusus” menanggung semua penyebab kecuali yang tertulis di polis. Yang “khusus” harganya lebih mahal karena menanggung lebih banyak hal.

Usaha harus memilih jumlah asuransi yang akan dibeli untuk bangunan dan properti pribadi. Namun, tidak perlu menentukan jumlah asuransi untuk pertanggungan interupsi usaha. Polis hanya mengganti kerugian yang dialami usaha selama wajib ditutup yang diakibatkan kerusakan properti yang ditanggung.

BOP biasanya mencakup sejumlah kecil pertanggungan yang biasanya harus dibeli secara terpisah, seperti:

  • Kerugian atau kerusakan pada dokumen-dokumen dan catatan-catatan penting
  • Piutang yang tidak bisa ditagih usaha oleh karena hilang atau rusaknya catatan piutang
  • Hilangnya pendapatan ketika usaha harus tutup oleh karena gangguan operasi komputer
  • Beberapa jenis kerugian kejahatan
  • Pembersihan dan pembuangan polutan

Polis pemilik usaha menanggung liabilitas legal usaha untuk luka-luka fisik, kerusakan properti, luka-luka terkait periklanan, dan beberapa jenis luka lainnya. Kebanyakan penyedia asuransi menawarkan pilihan kepada usaha hanya tiga atau empat pilihan jumlah asuransi liabilitas.

BOP dapat disesuaikan untuk mencakup beberapa tipe asuransi lain, seperti untuk liabilitas usaha akibat dari pemakaian mobil yang disewa atau dipinjam usaha. Namun, BOP bukanlah pengganti polis asuransi mobil, dan tidak menanggung manfaat kompensasi pekerja yang musti dibayar kepada pekerja.

Agar bisa mendapat Polis Pemilik Usaha, sebuah usaha tidak boleh melebih kriteria-kriteria tertentu, misalnya maksimal memiliki 100 pekerja atau pemasukan tak lebih dari $5 juta. Untuk mereka yang memenuhi kriteria, BOP adalah landasan yang baik untuk program-program asuransi mereka.