Menurut website statista, di Amerika pada tahun 2016 tingkat kekosongan untuk kantor adalah 12.3 persen, untuk tempat usaha ritel 9 persen dan tempat industri 10.2 persen. Ketika bangunan tidak berpenghuni atau tidak berisi, maka beresiko menimbulkan berbagai masalah.

Diperkirakan ada 31 ribu kebakaran di bangunan kosong tiap tahunnya, mengakibatkan lusinan korban jiwa, ratusan petugas pemadam kebakaran luka-luka, dan 642 juta dolar kerugian properti.

Bangunan kosong kurang atau tidak dipelihara, diperhatikan dan diamankan. Akibatnya, dapat terjadi masalah-masalah seperti:

  • Tanpa adanya petugas keamanan di lokasi, bangunan menjadi sasaran vandalisme. Bangunan kosong biasanya mengalami pecah jendela dan tembok yang dicoret-coret.
  • Peralatan terpasang dan material di dalam bangunan, seperti pipa tembaga, bisa menarik pencuri.
  • Bangunan kosong dapat menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda atau menjadi tempat berteduh orang gelandangan. Juga bisa menjadi tempat kegiatan kejahatan seperti transaksi obat-obatan.
  • Orang masuk tanpa izin dan merokok di bangunan, kabel yang tak terawat, pembakaran gedung, dan produksi obat-obatan ilegal seperti metampetamin dapat menyebabkan kebakaran gedung kosong. Juga, sistem penyiram air otomatis mungkin mati, sehingga api mudah menjalar, dan tidak adanya deteksi dini.
  • Zat-zat beracun yang ada di gedung kosong bisa bocor dan mencemari tanah dan air tanah.

Pemilik bangunan kosong dapat melakukan langkah-langkah untuk mencegah atau mengurangi resikonya.

  • Kunjungi bangunan kosong minimal sekali seminggu atau pakailah jasa manajemen properti untuk melakukannya.
  • Bersihkan bagian luar bangunan dari kepingan kayu, kertas, karton, dan kuas.
  • Buang zat berbahaya yang dapat mencemari area setempat atau membahayakan polisi atau pemadam kebakaran.
  • Rawatlah kondisi trotoar dan tempat parkir, dan bersihkan dari salju dan es.
  • Pasang rintangan-rintangan agar mobil dan pejalan kaki tidak memasuki tempat parkir.
  • Pakai jasa pengamanan untuk menjaga gedung di malam hari dan nyalakan lampu luar.
  • Jagalah suhu dan lancarkan aliran ledeng agar pipa tidak pecah. Jaga suhu minimum di area-area yang dilindungi oleh sistem penyiram air otomatis.
  • Nyalakan listrik untuk lampu darurat dan tanda exit.
  • Matikan air dan listrik di tempat-tempat yang tidak perlu, kecuali lampu yang penting dan alarm.
  • Pertahankan sistem deteksi kebakaran dan kaitkan dengan stasiun pusat.

Bangunan yang lebih dari 69 persen kosong selama lebih dari 60 hari kehilangan beberapa pertanggungan asuransi penting. Polis asuransi properti komersial standar pembayaran kerugian sebesar 15 persen untuk mayoritas penyebab kerugian dan sama sekali tidak menanggung yang lainnya, termasuk vandalisme, kerusakan air, pecah kaca, dan pencurian. Untuk premi tambahan, pemilik gedung mungkin bisa membeli pertanggungan izin gedung kosong yang memulihkan beberapa atau semua pertanggungan ini selama periode waktu tertentu. Pilihan lainnya yaitu pertanggungan perubahan gedung kosong, ini bisa mengurangi okupansi minimum yang harus dipenuhi gedung sebelum perusahaan asuransi akan menganggapnya kosong. Dengan ini, okupansi minimum dari 31 persen bisa dikurangi. Seorang agen asuransi profesional langsung tahu penyedia asuransi yang sanggup menanggung pertanggungan seperti ini.

Gedung yang kosong memang bukan situasi yang bagus, tetapi dengan tindakan pencegahan yang tepat, pemilik gedung dapat mempertahankan nilainya dan mengamankannya hingga masuknya penyewa gedung baru.